Kamis, 02 Oktober 2014

Kalibiru Bukan Sekedar "Blue River"

#np Ran ~ Dekat Dihati & Tulus ~ Sepatu

Jump Shot para lelaki galau
Yay ...akhirnya kamipun menuju Kalibiru setelah menikmati jalan Clapar yang begitu indah.Rute yang kami ambil memang tebusnya adalah sebuah pertigan sebelum sampai Kalibiru kalau dari arah Waduk Sermo. Jadi dari Pertigaan tersebut kami belok kiri terus mengikuti aspal dan taraaa...ternyata rame juga yang mengunjungi Desa Wisata Kalibiru ini.Banyak mobil yang parkir dibahu jalan dan ratusan motor nyampe lah terparkir dihalaman rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat parkir. Sayangnya Anto hanya mengantar saja dan pulang karena ada urusan. Jadi tinggal kami berenam untuk menikmati Desa Wisata Kalibiru ini. Kamipun segera memarkiran motor kami dengan membayar Rp 2000/ motor sedangkan mobil Rp 5000. Setelah itu kamipun beli perbekalan minum dulu. Nah ini yang miss Risna suka, meskipun Kalibiru ini sudah menjadi desa wisata para penjual tidak meninggikan harga jual makanan. Masih normal menurutku. Dan taraa... tanjakan untuk memasuki gerbang Kalibiru telah menanti kami. Untuk masuk ke komplek Kalibiru ini kita akan ditarik Rp 3000/orang.

Clapar, Tempat Menikmati Alam Kulon Progo Dalam Ketenangan

#np(masih ditemeni lagunya) Ran ~ Dekat Dihati

Berawal dari ajakan Simbah (nama panggilannya Astona) buat ke Kalibiru yang udah berkali-kali gagal. Akhirnya kemarin Minggu, 28 September 2014 terlaksana juga ke Kalibiru. Terus apa hubungan Clapar dengan Kalibiru? Berikut adalah kronologis kejadiannya :

Parody Angry Bird

Selasa, 30 September 2014

Cilok vs Lutisan, Sebuah Rasa Untuk Melepas Kerinduan

#np : Ran ~ Dekat Di Hati with Kang Gary ft Jung In ~ Bicycle

Berawal dari sebuah idenya Juwan Dan Pondong untuk lutisan (rencananya seh mereka mau kencan berdua lutisanya tanpa melibatkan kami para kaum hawa ... hahahaha) maka hari Minggu, 21 September 2014 akhirnya kami (Aku, Mboeli, Juwan, Pondong dan Ela) menemukan tempat untuk lutisan yaitu di rumah Bapak Dadek (Bapaknya Mboeli). Atas seijin tuan rumah dan anaknya yang bernama Mboeli emang udah nyaranin buat lutisan dirumah barunya ajah dan akhirnya hari itu juga kami janjian jam 11 untuk kumpul di rumah Mboeli untuk sekalian beli bahan-bahan. Soalnya nambah satu menu lagi mau buat cilok gegara pengen cilok (jajan waktu jaman piyik).

Narsis dulu sebelum kalap
Berhubung dari sabtu pagi hingga minggu pagi aku masih nemeni Nung yang lagi liburan di Jogja, aku datang paling terlambat diantara mereka berempat. Bahkan sampai ada 7 panggilan tidak terjawab di layar handphoneku. hahahahaha ... maaf ya habis pulang dari Jogja malah tepar tidur lagi.Dan...tara sampai di rumah Mboeli ternyata ada dua sejoli sedang santainya tanpa ada yang punya rumah yaitu Pondong dan Juwan. Ternyata Mboeli dan Ela sedang beli bahan-bahan buat bikin cilok. Sambil menunggu mereka, akupun segera mencari resep cilok di internet. Jadi buat kalian yang pengen cilok dan mau buat itu gampang kok. carilah resep di mbah google yang sangat hits itu. Dijamin kalian bakal menemukan ribuan resep cilok yang beraneka macam.Tak berselang beberapa lama, akhirnya Mboeli dan Ela datang. Bahan-bahan yang kami butuhkan untuk membuat cilok dan lutisanpun lengkap. Sebelum membuat cilok ada sebuah Offcial perkenalan dulu dari Pondong ... ya akhirnya Pondong mengenalkan sosok perempuan yang telah menaklukkan hatinya secara resmi yaitu Ela .Hahahaha...Peace Ndong^^v

Rabu, 17 September 2014

Gagal Move on Gegara Nonton 3030 Jogja

*Lagi suka sama suara Kang Gary di lagu Bicycle buat nemenin nulis*
Segmen pertama dengan Laser Show
Dolan miss Risna kali ini sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini aku menyoba untuk refresh mata dengan jalan-jalan ke kota (kan dari kemarin udah gunung terus jadi turun gunung tak apalah). Nah, berawal dari status Mboeli di BBM yang menyerukan ajakan untuk lihat Laser Show, maka akupun nanya Mboeli dengan retetan pertanyaan, Dimana?, Bayar berapa? Sampai Kapan?. Dengan kesabaran tingkat tinggi untuk menjawab kekepoan aku, Mboeli bilang bahwa acara tersebut diadakan di Mandala Krida, Free, sampai tanggal 21 September (Mulainya dari tanggal 12 September 2014) dengan syarat aku harus follow @3030jogja dan @triindonesia. Maka tanpa berfikir panjang aku segera menuju ke TKP dan follow dua account tersebut dilanjut stalking buat lihat-lihat jadwal pertunjuknya.

Air Terjun Sigembor, Bunga di Tepi Jalan Sermo-Girimulyo Kulon Progo


Curug Sigembor Girimulyo Kulon Progo
Setelah selesai acara jelajah bersama WSKP, ACKP feat FBKP, plus mampir kebun bunga di Desa Gerbosari jiwa dolan kami (aku, Juwan, Pondong, Nitnit, nambah Fitri) masih belum terpuaskan. Maka kamipun melabuhkan tujuan kami berikutnya ke Air Terjun Sigembor. Berhubung kami dari Samigaluh maka kamipun melanjutkan perjalannya dengan rute Samigaluh -Kaligesing, Purworejo, Jateng - Girimulyo. Karena rute ini lebih dekat di banding kami harus turun gunung lagi lewat pasar sribit. Jadi Dari Pasar Plono tadi kalau kanan ke Nglinggo makan kami ambil belok kiri ngikutin jalan kabupaten. Lurus terus ntar sampai jalan cabang ambil yang nanjak. Ikutin ajah jalan tersebut dan ketika ketemu peerempatan belok Kiri. Lurus terus pokoknya ikuti ajah petunjuk dari DLLAJ ataupun yang dibuat warga nanti tebusnya adalah pas gua Kiskendo dan ambil kanan sampai perempatan ambil kiri arah ke Sermo dan ikutin jalan itu ajah ntar di ada papan petunjuk Air Terjun Sigembor di kanan jalan.