Langsung ke konten utama

Melengkapi Liburan Sekolah Ichut ke Hamparan Pantai Pengunungan Seribu

Berawal dari sebuah muka suram seseorang yang akan berakhir liburan sekolahnya.Nah ... seseorang itu adalah adikku yang menginginkan pergi jalan-jalan, cuma mbak-mbaknya lagi males dan ada acara. Nah berhubung mbaknya yang gak tjantik dan gak ganteng tapi takarannya pas ini juga pengen jalan akhirnya nawarin mau kemana? Eh jawabnya manut (*plak..bukan sebuah tamparan). Ya dah nang Gunung Kidul yuh !!!(berhubung aku kangen pantai ^_^V) tapi bilang mbak Ima ma Oenink boleh gak?. So... akhirnya di acc baru bilang ma Ibu ma Bapak.Hahaha...prosedurnya seperti hampir seperti kerajaan.Hahaha...


MISS RISNA & ICHUT
Akhirnya hasil acc inilah bisa menyatukan dua anak manusia untuk berpatner dalam liburan kali ini.Hahaha...ya !!! akhirnya aku dan adikku aku Ichut berhasil berpatner liburan cuma berdua tok. Emang aku dan adikku jarang berpatner untuk liburan atau piknik bareng. Kalaupun kami piknik atau liburan pun pasti ada kedua mbak kami. Kenapa begitu? karena kami punya sifat yang sama, keras dan mempertahankan pendapatan sama-sama kuat. Nah...kalo tersesat gawat dong? (hanya berandai saja). Tapi kali ini ternyata kami bisa berpatner dengan baik sampai di rumah lagi.
 

OK....kembali ke jalan yang benar. Setelah mandi dan menyiapkan semuanya. Akhirnya kami berangkat dengan cuaca yang cerah waktu itu dan berharap cerah sampai pantai hingga pulangnya nanti. Untuk kali ini, aku ambil jalan Wonosari - Piyungan - Patuk bukan lewat Jalur Lintas Selatan-Panggang dkk. Soalnya yang di otak aku adalah pantai "ITU" yang selalu terlewat ketika aku berkunjung ke pantai Gunung Kidul. Cuma sempat tanya juga sama Ichut, mau pantai yang udah pernah kamu kunjungi apa belom? Jawabnya yang belom. Aku tanya lagi mau pantai yang dah terkenal dan lumayan rame apa belum begitu terkenal dan sepi? Jawabannya Manut . zzzzttt -__-" Ok kalau jawabannya manut berarti yang menurut selera aku. Gak terkenal/belum terkenal/masih alami/ gak terlalu banyak orang itu lah tujuan wisata aku. Karena aku liburan mencari sebuah ketenangan. kedamaian, kesimplean, dan masih bisa bercengrakama ma alam.

So... akhirnya tujuan kami yang utama adalah Pantai Jogan. Emang udah terkenal seh nih Pantai di media sosial cuma masih alami ajah sekitar pantainya. Soalnya spot para nelayan lobster. Nah.. setelah hampir 2 kami menempuh perjalan akhirnya sampai juga ke retribusi pantai Siung dan Pantai Jogan (Yups.. Pantai Jogan jalanya searah sama pantai Siung). Dengan membayar 8000 rupiah (dua orang satu motor) kita bisa menikmati dua pantai ini. Hanya saja kami memang tujuan ke pantai Jogan.

Nah jalan menuju pantai Jogan belum aspal tapi udah cor semen kok.Kiri-kanan jalan menuju pantai Jogan adalah hampir sama kayak pantai-pantai gunung kidul lainnya. bukit dengan hutan-hutan jati dan ada sebuah sungai kecil yang aliran air inilah yang membuat Pantai Jogan berbeda dengan  pantai lainnya. Panti ini masih bisa di bilang alami soalnya masih jarang warung dan penginapan. Hanya saja warung makan udah ada satu, toilet, mushola dan lahan parkir sudah tersedia. Kemarin seh pas kami datang sudah mulai perluasan lahan untuk sarana lainnya.

Sungai Pantai Jogan
Jangan bayangkan pantai ini adalah hamparan panatai dengan pasir putih seperti pantai Gunung Kidul lainnya. Seperti yang aku bilang tadi ada sebuah aliran sungai yang bermuara ke laut. Nah muara inilah yang mempercantik dan yang membedakan Pantai Jogan dengan pantai lainnya. Kayak  gini :
Pantai Jogan
Pantai Jogan dari bukit sebelah barat
Muara sungai yang membentuk air terjun
Selain itu ternyata di Pantai Jogan ini adalah spot para pemancing lobster. Terlihat dari aku dan adik aku blusukan ngikutin jalan yang tercipta dan ternyata sampai ke tepi. Bisa di bilang aku lagi di tepi pulau Jawa.
Akses menuju spot pemancing Lobster
Bukit Karang sebelah barat Pantai Jogan
Spot Pemcing Lobster
Miss Risna dan tepian Pulau Jawa
Ichut dan Panti Jogan
Setelah menikmati keindahan pantai Jogan adikku masih pengen menikmati pantai lainnya yang belum pernah dia kunjungi. Aku pun memutuskan untuk ke pantai Sadranan dengan alasan karena aku masih  penasaran sama pantai paketan Baron - Pulang Syawal.Masih ada belum aku sentuh soalnya.Waktu lewat Pantai Pulang Syawal (Indrayanti) sebenernya adikku tertarik buat berhenti. Cuma karena lumanyan rame jadi gak mampir menikmati keindahnya. Akhirnya sesuai keputusan awal aku yaitu pantai Sadranan. Sempat binggung cari jalan menuju pantai ini. Soalnya kayak gang, tapi santai saja masih bisa dilewati mobil. Dan akhirnya sampai juga di pantai Sadranan yang selama ini aku tuh penasaran sama sebuah pengingan yang bagus ad tanamannya gitu (maaf karena aku menginginkan punya rumah di pinggir pantai, cuma kalau di pulau Jawa masih mikir-mikir dengan gelombang ganas) dan kamipun menikmati sore itu di pantai Sadranan dengan langit yang bercampur antara terang dan mendung.
Nah ini penginapan yang membuat aku penasaran dari jauh
Lucu penginapannya
Karang yang ada lubangnya
Karang yang ada lubangnya dari Pantai Sadranan
Jajaran pantai sebelah barat Pantai Sadranan bisa terlihat

Menikmati dempuran ombak dan mendung
Waktu adikku lagi istirahat akupun mencoba menyusuri pantai ke sebelah timur dengan jalan kaki. Eh ... ternyata ada pantai lagi, cuma sayangnnya adikku gak mau dan masak aku meninggalan adikku, kakak seperti apa aku ini. Usut punya kerut ternyata pantai itu adalah Pantai Ngandong yang sering aku baca ketika lagi searching kenapa destinasi pantai aku selanjutnya.

Ichut dan Sadranan
Miss Risna dan Ombak Laut
Ok...liburan kami ditutup rintik hujan yang menguyur pantai Sadranan yang mengharuskan kami pulang. Dan hujan waktu itu sangat lebat. Jalanan menuju pulang rata-rata tergenang air hujan karena meraka tak mempunyai jalannya sediri (Semoga kelak segera di buatkan Jalan banyu a.k.a selokan di kiri-kanan jalan).
Pantai mana berikutnya??

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Menikmati Desa Wisata Nglinggo Samigaluh bersama WSKP dan FBKP

Kebun Teh Nglinggo Sebenernya untuk wisata ke desa Nglinggo dulu udah pernah dah udah pernah aku posting di blog ini Kebun Teh, Tanah Misi, dan Grojogan Watu Jonggol . Tapi berhubung kemarin ajakan dari Mas Bagus Loka ada sisipan buat mampir ke kebun bungga kristan yang ada di Samigaluh maka aku mengiyakan ajakan Mas Bagus dan acara ini ternyata merupakan agenda dari WSKP (Warga Sentolo Kulon Progo) dan FBKP (Kulon Progo) . Nah ... oleh sebab itu akupun menyoba menawari ke Pondong ( awalnya gak mau tapi jadi mau ), Niinit ( itu loh yang kemarin ke Grojogan Sewu ) terus yang terakhir yang aku ajak adalah Juwan. Sesuai info yang diberikan mas Bagus yaitu berangkat hari Sabtu jam 07.00 WIB kumpul di depan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, kamipun menyoba untuk tepat waktu tapi karena motor yang aku pakai untuk nganter Ichut sekolah dulu jadi kami berempat di tinggal dulu sama rombongan walaupun ketemu Mas Bagus di SPBU Nanggulan. Kamipun lanjutkan perjalannya daan berhenti lagi di lap...

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...