Langsung ke konten utama

ARTJOG|14 "Legacies Of Power" Event Tahunan Jogja yang Sayang Untuk Dilewatkan

miss Risna dalam keramaian kabient Goni
ART JOGJA tahun ini, aku berangkatnya sama mbakku yang sekalian jalan ke kota Jogja untuk membeli benang rajut di daerah Mangkubumi. Yaaah... ARTJOG 14 kali ini temanya adalah LEGACIES OF POWER. Bertempat di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang berlangsung dari tanggal 7 Juni - 22 Juni 2014 merupakan acara tahunan. Nah tahun ini dihalaman TBY, kita bakal disuguhi dengan puluhan boneka goni yang berderet di anak tangga dengan latar belakang seperti Istana, Ini merupakan asil karya Samsul Arifin yang berjudul "Kabinet Goni". Tahun 2014 ini ARTJOG memang memasang tarif masuk Rp 10000, gak kayak tahun sebelum-sebelumnya yang gratis. Tapi menurutku seh wajar ajah, menghargai sebuah karya seni itu sangatlah penting. Karena bagaimanapun juga seniman meluangkan tenaga dan pikirannya untuk membuat karya yang bisa kita nikmati.(Sebelumnya berhubung photo narsisku nanti kostumnya bakal sama dengan postingan sebelumnya. Harap maklum dan mohon pengertiannya(lagi paporit))


Kabinet Goni by Samsul Arifin

Ready GO !!

Karya yang bakal kita lihat pertama dari pintu masuk

Keramaian di lorong dekat pintu masuk

Pengunjung yang menikmati karya ARTJOG14
Ilusi Kebebasan

Mengabadikan karya ARTJOG14
Aku yang terhebat (Game 10 perbedaan) by Agung Pekik Hanafi

Aku dan mbakku sampai sana udah mulai malam dan pengunjung lumayan ramai semakin malam. Maklum liburan sekolah/semester. Tapi semua itu tak menghentikan langkah kami untuk masuk ke dalam untuk menikmati karya-karya seniman nasional ataupun manca negara. Setelah cheking tiket, kamipun masuk dan beberapa karya di dekat pintu masuk atau lorong awal sudah dipenuhi oleh para pengunjung untuk mengabadikan dirinya bersama karya.
Aneka ekpresi anggota kabinet goni
Ekpresi ARTJOG14
Bernostalgia dengan masa kecil

Tua Merasa Kuat_Old but Feeling Strong by Ahmad Syahbandi
Wani PIROO??
Selfie dulu


ceritanya meh berpangku tangan - pant*t
di depan - History Repeats Itself by Titarubi ARTJOG14

Jujur ajah kali ini aku kurang bisa menikmati setiap karya yang terpajang karena pengujung malam itu emang banyak. Emang waktu yang pas untuk bisa menikmati ARTJOG ini siang hari sekitar pukul 11.00-15.00 WIB. Soalnya yang tahun lalu berkunjung di jam-jam segitu emang lumayan sepi. Tapi tentunya aku masih bisa mengabadikan beberapa karya yang terpajang.Cuma terkadang lupa capture keterangan karya. Nah berikut yang berhasil aku capture...
Theater Of Pain by Akiq Aw
Romi dan Basuki_Balada Cinta terlarang by Agung Kuriawan
Echo From Purdah #1 #2 #3 by Ahdiyat Nur Hartarta

Keramaian di lorong pintu keluar

Setelah selesai menikmati karya-karya yang ada, dipintu keluar ada sebuah space yang menjual seputar ARTJOG 14, bisa disebut sovernir dari buku, kertas kado, kaos, tas dll. Nah... malam semakin larut dan SEE YOU SOON ARJOG 15 6 JUNI 2015 (In Sya Allah) See You Bye Bye >,<
Aku dan Mereka
Kabinet Goni yang terpenjara
See You Again ARTJOG15

Komentar

  1. wew bayar berapa tu mbak masuknya keren euyyy

    BalasHapus
    Balasan
    1. 10k mas. heheh sayangnya dah tutup. next year mas.
      nunggu event FKY sama Pasar Kangen ajah mas...gak kalah keren kok

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...

Kalibiru Bukan Sekedar "Blue River"

#np Ran ~ Dekat Dihati & Tulus ~ Sepatu Jump Shot para lelaki galau Yay ...akhirnya kamipun menuju Kalibiru setelah menikmati jalan Clapar yang begitu indah .Rute yang kami ambil memang tebusnya adalah sebuah pertigaan sebelum Kalibiru kalau dari arah Waduk Sermo. Jadi dari pertigaan tersebut kami belok kiri terus mengikuti aspal dan taraaa...ternyata rame juga yang mengunjungi Desa Wisata Kalibiru ini.Banyak mobil yang parkir dibahu jalan dan ratusan motor nyampe lah terparkir dihalaman rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat parkir. Sayangnya Anto hanya mengantar saja dan pulang karena ada urusan. Jadi tinggal kami berenam untuk menikmati Desa Wisata Kalibiru ini. Kamipun segera memarkiran motor kami dengan membayar Rp 2000/ motor sedangkan mobil Rp 5000. Setelah itu kamipun beli perbekalan minum dulu. Nah ini yang miss Risna suka, meskipun Kalibiru ini sudah menjadi desa wisata para penjual tidak meninggikan harga jual makanan. Masih normal menurutku. Dan taraa... ta...