Langsung ke konten utama

Menikmati Puasa di Kraton Ratu Boko



Pohon dan Kraton Ratu Boko
Setelah lomba perpus desa selesai, mbakku membutuhkan sebuah penyegaran jiwa dan raga. Awalnya penyegaran yang masih berada di bulan puasa ini akan ke pantai tapi akhirnya membelok ke Kraton Ratu Boko yang akan diteruskan ke Candi Banyunibo dan Candi Ijo. Hanya saja karena cuaca begitu terik dan puasa hanya Kraton Ratu Boko saja yang kita nikmati.Ini adalah kali keduanya...cerita pertama ada disini


Ticketing nya udah sama kayak Borobudur dan Prambanan
Pintu yang sedang direhab

Kraton Ratu Boko
Begitu kami sampai diparkiran motor, terlihat hanya 1-2 motor yang terparkir. walaupun ada beberap mobil dan shuffle bus juga. Yang beda dari waktu kemrin berkunjung adalah sekarang ticketingnya udah kayak yang di Candi Prambanan cuma masih belum fungsi soalnya dilagi proses pembangunan di pintu masuk masuknya untuk pemasangan alat ini. Harga masih sama 25000 rupiah + 2000 rupah untuk parkir motor. Kamipun lanjutkan langkah kami. Hanya saj dari kejauhan terlihat dan terdengan suara pemahat batu. Ya Ratu Boko sedang tahapan renovasi. Ada pembangunan seperti benteng, tapi hal ini tak begitu menganggu pengunjung.
Renovasi Kraton Ratu Boko


Kunjungan kali ini, gak cuma di candi uatam saja tapi bener-bener keliling komplek Kraton Ratu Boko. Dari Candi Pembakaran, Pendopo, Keputren, dll minus Gua soalnya udah begitu hauuuusss.
Miss Risna at Kraton Ratu Boko

No caption

Candi Pembakaran dari jalan menuju pendopo

Lupa namanya

Angin
Keputren

Keputren
Tapi kalau untuk narsis seh gak ada lelahnya. Hal yang aku suka saat kunjungan kemarin adalah pengeras suaranya diperguanakan untuk menyiarkan informasi tentang Kraton Ratu Boko ini beserta detail detail tempatnya (jadi kami menjadi lebih tahu tentang Boko, nah buat kalian yang penasaran datang ajah) dan hamparan rumput hijau, pohon-pohan yang slalu aku suka. Sayang hari itu emang begitu terik sekali. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk istirahat sejenak disebuah gazebo dan yang lainnya sholat.
Hujan Bulan Juni di Kraton Ratu Boko
Pahami kalimatnya dan pasti kalian mengangguk setuju

Ngiyup
Setelah kami cukup kuat untuk melanjutkan perjalan pulang. kamipun segera bergegas menuju parkiran motor.

Komentar

  1. wah jalan"nya seru mbak hehe puasa tetap jalan" kerennn salu deh heheh...wah makin lengkap aja boko ada pengeras suaranya keren dah :) heheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yupss ... slalu bikin jatuh cinta Ratu Boko ini ketika cuaca cerah ...walau arada terganggu sama penambahan yang sedang dilakukannya

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...

Kalibiru Bukan Sekedar "Blue River"

#np Ran ~ Dekat Dihati & Tulus ~ Sepatu Jump Shot para lelaki galau Yay ...akhirnya kamipun menuju Kalibiru setelah menikmati jalan Clapar yang begitu indah .Rute yang kami ambil memang tebusnya adalah sebuah pertigaan sebelum Kalibiru kalau dari arah Waduk Sermo. Jadi dari pertigaan tersebut kami belok kiri terus mengikuti aspal dan taraaa...ternyata rame juga yang mengunjungi Desa Wisata Kalibiru ini.Banyak mobil yang parkir dibahu jalan dan ratusan motor nyampe lah terparkir dihalaman rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat parkir. Sayangnya Anto hanya mengantar saja dan pulang karena ada urusan. Jadi tinggal kami berenam untuk menikmati Desa Wisata Kalibiru ini. Kamipun segera memarkiran motor kami dengan membayar Rp 2000/ motor sedangkan mobil Rp 5000. Setelah itu kamipun beli perbekalan minum dulu. Nah ini yang miss Risna suka, meskipun Kalibiru ini sudah menjadi desa wisata para penjual tidak meninggikan harga jual makanan. Masih normal menurutku. Dan taraa... ta...