Langsung ke konten utama

Saat Menemani Mbak Ima Munculah Kenangan Masa Lalu

Yeay ...ternyata aku semakin tua ^^v hahaha...karena cerita berikut akan membuka sebuah memori bahagia sewaktu kecil. Dimana dulu seorang miss Risna adalah nDolaners sejati.

Ternak puyuh
Berawal dari sebuah permintaan mbakku untuk motoin beberapa kegiatan untuk keperluan lomba perpustakan desa. Mmembuatku kembali ke jalan-jalan dimana dulu waktu masih kecil sering banget melewati jalan-jalan tersebut hanya demai sebuah hasrat dolan.Hahahaha...ya masa kecil dulu emang sering banget dolan sampai pelosok-peolsok desa Kaliagung. Beda banget sama sekarang soalnya udah gak punya temen sebaya. kebanyakan dari mereka sudah berkeluarga ataupun merantau.

Dari ajakan mbakku ini, akupun terpesona akan pemanfaatan lahan sekitar rumah yang menjadi sebuah lahan pertanian mini atau jaman waktu aku kecil dulu sering disebut apotek hidup. Ya..para tetanggaku banyak yang memanfaatkan lahan rumah mereka untuk dijadiakn sebuah lahan pertanian dimana awalnya bibit-bibit tanaman yang mereka dapat adalah dari pemerintah. Berikut sebuah penampakan cara mereka memanfaatkan lahan belakang/depan rumah :


Pemanfaatan pelataran rumah untuk penamanan sayuran
1. Sayuran
Bunga terong dan setelah menjadi terong

Lombok vs tomat

yaaaay sawi

tempat sampah organik
Tinggal petik ajah kan kalau masuk masak

2. Kolam Ikan

Kolan Ikan yang menggunakan terpal
Jujur ajah emang asyiknya tinggal disebuah pedesaan adalah masih adanya lahan yang luas yang bisa kita manfaatkan dengan begitu mudah tentunya ketika hidup harmonis bersama alam. Nah satu hal lagi kemarin juga suka sama konsep sebuah rumah yang aku dan mbakku datangi. Halaman dengan rumput yang begitu luas dan ada gaezobo serta ada pemandangan sawah. Emang nikmatnya tinggal di desa tiada tara dech...
Suka sama konsep rumah ini
Kenapa aku ngomong begitu? Soalnya waktu kuliah kan waktuku lebih banyak dihabiskan di perkotaan dan untuk menanam sebuah pohon dihalaman rumah ajah begitu susah. Kalaupun jadi ditanam terkadang entar jadi sebuah masalah. Pernah juga googling, ada yang harus beli tanah dll untuk membuat sebuah taman di atap rumah. Pernah juga googling, dan nemu sebuah toko online yang jual tanaman dinding harga nyampe 500an demi untuk mewujudkan green house di perumahan perkotaan.
pemanfaatan barang bekas
jejeran tanaman

Ya semua pasti ada enak dan gak enaknya. Cuma akunya seh tetap kudu punya rumah yang halaman luas dan masih banyak ruang hijaunya.
Mahasiswa HK sedang memilih hasil karya rajutan
Pengolahan limbah plastik

Lagi jelasin emping garut sama mahasiswa LN
Selain hal diatas yang aku dapat dari bantu mbakku wira-wiri lomba perpus adalah
Banyak orang yang kreatif dan orang gigih disekitarku. Hal ini aku lihat ketika Lomba Perpus berlangsung. Ada sebuah stan display diman di stan tersebut adalah hasil dari para kreatifitas warga Kaliagung. Dari ngolahan bahan pangan, pengolahan limbah dll.

So ...yuk miss Risna lebih kreatif lagi dan jangan takut untuk menunjukan hasil kreatifasmu ^^V

Komentar

  1. wah keren mantap mbak saya juga suka desa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas terlihat dan terasa begitu nyaman dan tentram

      Hapus
  2. terima kasih mbak risna....atas publikasi Desa Kaliagung di dunia maya....semoga membantu kemajuan desa ......

    BalasHapus
  3. Sekalian..tolong buatkan website buat Desa Kaliagung.... aq mau buat lewat wordpress tapi belum jadi je...hehehe... lanjutkan........!!!!!!!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe... iya sama-sama. wah website meh gimana pak? isinya apa ajah?

      Hapus
  4. Foto terakhir familiar banget, bu camat sentolo ya. Dulu sering ngobrol waktu masih jadi camat panjatan hehe.

    Tulisan bagus mbak, lanjutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya camat sentolo poh, ini pas ada lomba di desa.

      matur nuwun poh, mau berpartisiasi di web njenengan masih parah penyakit typo-nya akhir2 ini

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...

Kalibiru Bukan Sekedar "Blue River"

#np Ran ~ Dekat Dihati & Tulus ~ Sepatu Jump Shot para lelaki galau Yay ...akhirnya kamipun menuju Kalibiru setelah menikmati jalan Clapar yang begitu indah .Rute yang kami ambil memang tebusnya adalah sebuah pertigaan sebelum Kalibiru kalau dari arah Waduk Sermo. Jadi dari pertigaan tersebut kami belok kiri terus mengikuti aspal dan taraaa...ternyata rame juga yang mengunjungi Desa Wisata Kalibiru ini.Banyak mobil yang parkir dibahu jalan dan ratusan motor nyampe lah terparkir dihalaman rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat parkir. Sayangnya Anto hanya mengantar saja dan pulang karena ada urusan. Jadi tinggal kami berenam untuk menikmati Desa Wisata Kalibiru ini. Kamipun segera memarkiran motor kami dengan membayar Rp 2000/ motor sedangkan mobil Rp 5000. Setelah itu kamipun beli perbekalan minum dulu. Nah ini yang miss Risna suka, meskipun Kalibiru ini sudah menjadi desa wisata para penjual tidak meninggikan harga jual makanan. Masih normal menurutku. Dan taraa... ta...