Langsung ke konten utama

Do It Yourself : Membuat Bunga Mawar dari Kertas Lipat

Di bulan Desember ini miss Risna lagi tidak diperbolehkan dolan-dolan karena kondisi yang kurang fit (Allah lagi sayang miss Risna, jadi disuruh dirumah buat istirahat dulu gak dolan melulu) maka miss Risna bakal share gimana cara mengatasi kejenuhan level dewa ketika berada di rumah. Nah salah satunya adalah dengan kertas lipat. Bukan untuk buat burung, pigura atau origami lainnya seperti di PAUD atau TK, tapi kali ini miss Risna bakal menyulap kertas kertas lipat yang tersimpan rapi di rak miss Risna menjadi bunga-bunga cantik yang tak kan layu oleh waktu. Hiish... udah ngena belum rasa so sweet-nya?. Kembali Ke topik kertas lipat lagi.
Mari membuat pakarya
Begini ceritanya,

Banyak kertas lipat di rak miss risna yang dulu, kalau waktu selow kan nglipat-nglipat kertas menjadi burung-burung warna-warni gitu. Hingga akhirnya waktu itu tergila-gila sama bunga mawar, dari bunga mawar asli yang emang udah suka dari dulu, terus gambar bunga mawar dan tersesat ketika mencari tutorial di youtube tentang mengambar bunga mawar eh ketemu tutorial origami membuat bunga mawar. Ada beberapa macam, tapi akhirnya menjatuhkan pilihan ke yang lebih gampang, neh :



Jadi bahan-bahan yang dibutuhkan sederhana banget :
1. Kertas lipat atau kertas A4/F4 yang agak tebal
2. Cotton bud
3. Double tape
4. Gunting
5. Lidi/Kawat untuk tangkai (alternatif jika mau dikasih tangkai)

Alat-alat yang digunakan


Nah mulai-mulai untuk memotong-motong polanya  menjadi beberapa bagian. Ada kelopak dalam dan kelopak luar. Kelopak dalam dibuat seperti masih kuncup dengan menggunakan lidi atau batang cotton bud, sedangkan untuk kelopak luarnya di dibuat efek seperti lagi mekar-mekarnya. Dari video di atas dah jelas banget kok dan simple. Kamu pasti bisa, soalnya aku ajah udah dapat satu pot bunga mawar yang tak kan layu. Pot atau vas bunga ini juga gak usah beli, pakailah bekas wadah selai kasih pita atau hiasan sesuai imajinasi atau kreatifasmu akan terlihat cantik bunga.
Bunga Mawar kertas
Setelah itu miss Risna mencoba untuk menghilangkan rasa penasaran miss Risna tentang sebuah pemotretan produk atau photo studio yang pakai lampu-lamapu banyak itu. Cuma berhubung miss Risna gak punya lampu-lampu itu maka miss Risna hanya mengandalkan lampu flash yang sudah tertanam dalam kamera dan ampu belajarnya Ichut.Hahahaha ... dari sinilah mulai tertantang gimana cara bisa bikin (setidaknya hampir) sama kayak jepretan photo produk di majalah-majalah. Cukup rumit pastinya, tapi dengan kertas putih lembaran yang gede, lampu belajar dan flash kamera ini sebenarnya cukup untuk belajar dan aku masih tetap penasaran. Kayaknya, butuh lampu belajar lagi. Hasil dari jepretan berkali-kali ini cukup puas dan ada yang aku akali dengan kasih effect pastel pada akhirnya.hehehehe


Hasil motret dengan bantuan lampu belajar
Hasil yang masih 1/2 kurang bahan
Masih butuh 1 lampu lagi
hasil DIY dan nyoba studio mini dadakan

Menghilangkan kejenuhan itu lumayan mudah kan. Dolan itu pun kadang gak harus dolan-dolan ke tempat-tempat keren kan? Karena sesungguhnya otak kita perlu di pancing untuk mengeluarkan kreatif agar tidak terlalu nyaman dengan kejenuhan. Jadi menurut miss Risna dolan itu gak harus dilura rumah ketika kondisi ragamu lagi tak stabil.Didalam rumahmu bisa dolanan dengan menyenangkan. (Ini lagi menghibur diri sendiri karena kemarin dipamerin tempat kece waktu sakit sama temen.hahahaha) dan keseruan miss Risna untuk mengusir kejenuhan dilanjut buat Backpack dari celana Jeans (ini ceritanya)

Komentar

  1. Suka.
    Tengkiyu Mbak link videonya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Na khas ya desainnya. soft, lembut.

      Hapus
    2. desain yang mana dek? kalau warna emang lagi suka warna pastel or soft neh. biar kelihatan laki eh maksdunya biar kelihatan perempuan beneran.hahahaha

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Menikmati Desa Wisata Nglinggo Samigaluh bersama WSKP dan FBKP

Kebun Teh Nglinggo Sebenernya untuk wisata ke desa Nglinggo dulu udah pernah dah udah pernah aku posting di blog ini Kebun Teh, Tanah Misi, dan Grojogan Watu Jonggol . Tapi berhubung kemarin ajakan dari Mas Bagus Loka ada sisipan buat mampir ke kebun bungga kristan yang ada di Samigaluh maka aku mengiyakan ajakan Mas Bagus dan acara ini ternyata merupakan agenda dari WSKP (Warga Sentolo Kulon Progo) dan FBKP (Kulon Progo) . Nah ... oleh sebab itu akupun menyoba menawari ke Pondong ( awalnya gak mau tapi jadi mau ), Niinit ( itu loh yang kemarin ke Grojogan Sewu ) terus yang terakhir yang aku ajak adalah Juwan. Sesuai info yang diberikan mas Bagus yaitu berangkat hari Sabtu jam 07.00 WIB kumpul di depan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, kamipun menyoba untuk tepat waktu tapi karena motor yang aku pakai untuk nganter Ichut sekolah dulu jadi kami berempat di tinggal dulu sama rombongan walaupun ketemu Mas Bagus di SPBU Nanggulan. Kamipun lanjutkan perjalannya daan berhenti lagi di lap...

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...