Langsung ke konten utama

Solo, Destinasi Jawaban Untuk Yang Ngidam Naik Kereta

Solo dan sejuta ceritanya
Berawal dari sebuah kerinduan yang begitu lama gak naik kereta, akhirnya aku mencoba untuk menawarkan sebuah ajakan ke Mboeli. Pokoknya ajakan kita dolan yang pake kereta. Awalnya mau destinasi yang lumayan jauh kayak Bandung atau Malang, cuma mengingat kita kerja di hari Sabtu maka sebuah kota yang tak jauh dari Jogja yaitu Solo menjadi pilihan kami. Toh Jogja - Solo ada sebuah kereta ekspres yang operasinya lumayan banyak dalam satu harinya. Deal-lah kita akan destinasi Solo,cuma masih galau dengan pilihan hari dan tanggalnya.Hingga akhirnya hari Minggu, 6 Maret 2016 menjadi pilihan kita yang sebelumnya mau tanggal 9 Maret 2016. Nah berhubung fix tanggalnya, aku juga menghubungi Simbah temen kuliah yang sebenarnya rumahnya Wonogiri.Cuma karena udah pernah ngobrol kalau mau ke Solo kabar-kabar ajah makanya di kabarin.

Nah, untuk dolan kali ini kami memutuskan untuk sewa sebuah camera action yang lagi hist. Sebenarnya ini adalah kali kedua kami pinjem di tempat persewaan ini. Aku sudah booking/konfirmasi untuk sewanya. Cuma pas di hari dimana aku mau ambil, tak disangka ternyata sangat mengecewakan karena ternyata camera yang kami pinjam baterainya lupa di cas sama mereka. Walaupun dapat diskon tapi ini gak banget. Emang sih kami bisa batalin dan cari yang lain, cuma waktu itu kami benar-benar mepet dengan waktu keberangkatan kereta kami. Biarlah ini menjadi yang terakhir kami sewa kamera di mereka (tetap sukses yang kakak dengsn sewa kamera, cuma tetap terus berbenah lebih baik. Fighting!! ^^v).
Kereta Prambanan Ekspres di Stasiun Purwosari
Kamipun segera mengejar waktu kereta Prameks, karena kami pilih jam 9 pagi dan kami juga memilih Stasiun Lempuyangan. Hal ini karena takutnya kita bakal sampai malam. Soalnya kereta Prameks terakhir dari Solo hanya sampai di Stasiun Tugu gak nyampai Stasiun Wates. Sempat salah jalur, karena jalan depan Stasiun Lempuyangan sekarang one way dari barat ke timur.Nah ketika sampai di stasiun, kami masih menunggu kereta sambil makan roti untuk menganjal perut sambil ngabarin Simbah kalau mau kita udah mau naek kereta. Kereta Prameks pun datang dan kami memang tidak mendapatkan tempat duduk. Hal yang menarik bagi kami adalah kami berdiri di segerombolan anak-anak muda yang bawa skateboard gitu dan ada satu bule juga. Mendengarkan obrolan mereka dan tingkah laku mereka. Bisa dibilang sih bulenya lebih jadi pusat perhatian di gerbong waktu itu dan sepertinya bule ini agak risih tapi berusaha cuek dengan mencoba memotret moment di gerbong dan stasiun pemberhentian.

Hampir satu jam kami berdiri, akhirnya kereta kami berhenti di Stasiun Purwosari karena Simbah bilang akan jemput disini. Kamipun segera keluar stasiun dan selang tak lama kemudian Simbah telepon kalau ketemuannya di Slamet Riyadi ajah. Aku dan Mboeli pun segera menuju halte Batik Trans cuma ya Allah penuh sesak dan kami memilih menepi dan membeli sebuah jajan dari gerobak simbah-simbah tua yang gak tahu nama makananya.Pokoknya kayak minuman pake santan ada roti tawar, kolang-kaling, santan dan gula.Lagi asyik-asyiknya menikmati jajan kami tiba-tiba ada seseorang yang berteriak dan aku melihat mbak-mbak jatuh dari becak, usut punya usut ternyata barusan terjadi penjampretan didepan mata kita. So kita, langsung waspada dan tetap menyantap minuman yang kami beli dari simbah dengan harga Rp 10000 untuk dua porsi. Hingga akhirnya bus untuk menuju Slamet Riyadi datang. Mbeeeh, penuh sesak sekali untungnya ajah masih bisa bernafas.
Foto dulu sama Abdi Dalemnya | *kena panas langsung coklat gitu aku aku *



photo #OOTD dulu
Sesampainya di Slamet Riyadi kamipun gak lupa untuk segera untuk mengeluarkan semua kamera yang kami bawa dan mencoba untuk narsis. Hahaha, cuma mungkin lumayan gak konsen karena saking panas dan masih belum ketemu Simbah, kami narsisnya gak los. Kamipun akhirnya ke PSG karena meeting point kami dengan Simbah disitu. Hingga akhirnya ketemu dengan Simbah yang membawa seorang cewek dengan tinggi menjulang kayak simbah. She is Isnaini. Kamipun segera menuju parkiran mobil dan goes to Kraton Surakarta. Masak dah ke Solo gak Kraton (Ya, ala2 belum syah ke Jogja kalo gak ke Malioboro atau cium Tugu^^v). Gak nyampe 10 menit,kami sudah sampai Kraton dan hari itu cukup panas. Kami segera beli tiket yang harga Rp 10.000 (kalau gak slah karena udah lupa neh) dan kami ditawari oleh abdi dalem buat foto bersama.Ehm...kalau mau foto dengan abdi dalem siapkan uang untuk ngisi kas ya ^^v. Terus kita masih harus jalan kaki keran pintu masuk Kraton ternyata berada di belakang. 


Raja-raja yang pernah memimpin Kraton Surakarta



  

Ketika pada wefie semua
Ketika kami masuk komplek Kraton ternyata kami berada di bagian Museum Kraton. Disini berisi berbagai macam benda-benda Kraton Surakarta. Mulai dari kereta kencana, diorama, peralatan hingga gambar-gambar atau lukisan tentang Kraton Surakarta. Entah kenapa museum itu selalu berasa kripi-kripi atau pengap ya. Harusnya mulai di ubah neh image museum. Setidaknya pencahayaannya lebih baik, gak berdebu dan sirkulasi udara lumayan baik lah. Please !!! jujur ajah sebenarnya penasaran dan pengen jelajah museum tapi ketika merasa gak nyaman dengsn suasana museumnya.Suka balik badan buat puter balik. Piss ^^v. Koleksi di museum Kraton Surakarta ini bisa di bilang banyak dan terbagi dibeberapa ruangan yang memiliki tema sendiri. Misal kereta kencana yang dimana kamu gak boleh buat naik tapi boleh di foto kok. 
Menuju sebuah sumber air 

ada kaca nganggur

Komplek Kraton Surakarta


Salah satu bangunan dalam Kraton Surakarta


Setelah puas di museumnya, kami lanjut ke komplek Kratonnya. Disini kamu harus pakai pakaian yang sopan, gak boleh pakai celana pendek, kaos tangtop apalagi sandal. Kalau pakai sandal harus lepas sandalnya. Kamipun mencoba untuk mengeliling komplek Kraton ini. Agak berbeda dengan Kraton Ngayogkarta ternyata. Hal yang cukup menonjol yang aku lihat adalah ada patung kayak patung bergaya romawi gitu. Entah kenapa ada disitu. Maklum gak pake tour guide hingga akhirnya ada sebuah rombongan yang pakai tour guide. Akupun bergabung dengan mereka dari kejauhan untuk tahu tentang Kraton Surakarta ini. Yups, ternyata pasir di halaman Kraton ini dari pantai Parangtitis. Hanya itu yang bisa aku dengar hingga akhirnya aku dan Mboeli menghampiri Simbah dan Isnaini untuk sholat Dhulur dan lanjut destinasi selanjutnya.


Patung ini kenapa terpasang di komlek kraton ya?


Batas Pengunjung Kraton Surakarta


Inget Kamu jangan pakai ini ya?
Kamipun sholat di masjid yang berada tak jauh dari Kraton. Mbeh betapa segernya kena air. Kami sholat bergantian karena lumayan ramai waktu itu. Hingga akhirnya ketika kami selesai sholat dan ingin melanjutkan perjalanan, kami sempat binggung mau destinasi mana yang akan kami tuju. Karena kami dibatasi oleh jam kereta prameks terakhir yaitu 19.15.Sempat berpikir lama hingga akhirnya Simbah mengajak kami ke Rumah Teh Ndoro Dongker, Karanganyar. ~missRisna^^v

Komentar

  1. Caranya sewa kamera sekaligus genset mbak biar bisa ngecas selama perjalanan. hehehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. duh bawa gensetnya itu mas yang repot ^^V

      Hapus
  2. Kalau bangunan tua dijadikan museum memang lebih bagusnya diberi pencahayaan yg terang dan pengharum ruangan :D. Menurutku tur guide Keraton Solo kurang yahud. Lebih mumpuni di Keraton Jogja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah iya mas, bener banget tuh. Kudu modal di lampu dan pengharum tapi bukan kapurbarus.hehehhe. Kemarin gak pake tour guide mas ^^v

      Hapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...

Kalibiru Bukan Sekedar "Blue River"

#np Ran ~ Dekat Dihati & Tulus ~ Sepatu Jump Shot para lelaki galau Yay ...akhirnya kamipun menuju Kalibiru setelah menikmati jalan Clapar yang begitu indah .Rute yang kami ambil memang tebusnya adalah sebuah pertigaan sebelum Kalibiru kalau dari arah Waduk Sermo. Jadi dari pertigaan tersebut kami belok kiri terus mengikuti aspal dan taraaa...ternyata rame juga yang mengunjungi Desa Wisata Kalibiru ini.Banyak mobil yang parkir dibahu jalan dan ratusan motor nyampe lah terparkir dihalaman rumah penduduk yang digunakan sebagai tempat parkir. Sayangnya Anto hanya mengantar saja dan pulang karena ada urusan. Jadi tinggal kami berenam untuk menikmati Desa Wisata Kalibiru ini. Kamipun segera memarkiran motor kami dengan membayar Rp 2000/ motor sedangkan mobil Rp 5000. Setelah itu kamipun beli perbekalan minum dulu. Nah ini yang miss Risna suka, meskipun Kalibiru ini sudah menjadi desa wisata para penjual tidak meninggikan harga jual makanan. Masih normal menurutku. Dan taraa... ta...