Langsung ke konten utama

Transformasi Hutan Pinus Mangunan yang Kini Jadi Wana Wisata Budaya Mataram Jogja


Perkampungan di Seribu Batu Songolangit
Masih teringat dengan jelas waktu itu sekitar tahun 2015-an, aku diajakin Oeli buat ke tempat yang keren dan masih jarang orang tahu. Letaknya tak jauh dari Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri. Hingga akhirnya kami pun melajukan motor kami untuk menuju tempat tersebut dengan jalan yang dipenuhi tanjakan. Sesampainya di tempat tersebut kami disapa dengan seorang warga berbaju orange. Sepertinya beliau petugas kehutanan, kalau dilihat dari seragamnya. Dengan ramahnya beliau bilang bahwa parkir ajah motornya disini, kalau mau foto di hutan pinus monggo. Soalnya hutan pinus ini emang bagus untuk foto-foto.



Deretan pohon pinus yang masih berdiri kokoh di kawasan RPH Mangunan
Sapaan ramah ramah itu kini masih aku temui ketika hutan pinus telah berubah menjadi sebuah hutan wisata yang sangat populer di Bantu, Yogyakarta. Hutan pinus yang berada di Desa Mangunan, Kecamatan Dlinggo, Kabupaten Bantul ini kini telah bersolek menjadi hutan wisata dengan beraneka ragam fasilitas dan hiburan yang diperuntukkan untuk tempat rekreasi keluarga. Dari yang dulu sangat sepi dan bener-bener telihat seperti hutan hingga kini berhias dengan beragam spot foto yang sedang jadi trend di social media. Jujur ajah awalnya aku rada khawatir dengan eksplotasi yang telalu berlebihan terhadap hutan ini, karena dari yang aku baca bahwa hutan ini masuk dalam hutan lindung yang ada di Jogja. Cuma kekhawatirkanku akhirnya mulai sedikit demi sedikit terpudarkan ketika ikut acara #NgabubuTrip yang diadakan oleh GenPI Jogja. Beruntung banget bisa dapat kelompok tentang “Wana Wisata Budaya Mataram”. What??? Apa itu Wana Wisata Budata Mataram? Apa hubungannya sama hutan pinus di Mangunan?


Thanks untuk pengetahuannya pak, semoga hutan di Jogja tetap terjaga ^^v ©Jetrani
Ok marilah bertanya ke simbah Google dan nemu pengertian tentang “Wana Wisata” adalah obyek-obyek wisata alam yang dibangun dan dikembangkan oleh Perum Perhutani di dalam kawasan hutan produksi atau hutan lindung secara terbatas dengan tidak mengubah fungsi pokoknya (Anonimous, 1989). Ditambah lagi dalam acara #NgabubuTrip yang diadakan GenPI di Hutan Pinus Mangunan ini menghadirkan narasumber bapak Aji Sukmono yang selalu Kepala KPH DIY. Beliau menjelaskan bahwa hutan di Jogja ini ada sekitar 15724,5 Ha yang terdiri dari hutan produksi yang ada di Gunungkidul (12000 Ha) dan sisanya merupakan hutan lindung yang ada di Bantul dan Kulon Progo. Hutan lindung di yang ada di Bantul ini, masuk dalam kawasan RPH Mangunan yang terdiri dari Hutan Pinus Pengger, Lintang Sewu, Pinus Asri, Pinus Sari, Seribu Batu, Bukit Panguk Kediwung dan Bukit Gumelem. Kearifan lokal yang dimiliki oleh Warga Dlinggo dalam menjaga hutan lindung ini sangatlah menarik, karena awalnya hutan lindung ini juga menjadi sumber hidup para warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan dibawah bimbingan Dinas Kehutanan dan Perkebunan, hingga kini berubah menjadi 360 derajat. Yang tadinya dari tani berubah menjadi para pelaku wisata yang tergabung dalam Pokdarwis Koperasi Notowono. Perubahan ini di latar belakangi oleh pendapatan petani dari hasil penyadapan getah pinus yang kurang menguntungkan, baik itu untuk warga atau pemerintah daerah.


Spot yang viral di instagram, ada yang tahu dimana?
Hal inilah yang membuat KPH DIY dan warga setempat akhirnya memutuskan untuk membuat hutan lindung sebagai tempat wisata. Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kehutanan RI No: 687/Kpts II/1989 Bab I Ketentuan Umum, Pasal 1 ayat 1: bahwa hutan wisata adalah kawasan hutan  diperuntukkan secara khusus, dibina dan dipelihara guna kepentingan pariwisata dan wisata buru, yaitu hutan wisata yang memiliki keindahan alam dan ciri khas tersendiri sehingga dapat dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan budaya disebut Taman Wisata. Untuk besarnya adalah sekitar 10 % dari luas hutan lindung. Hutan Lindung di RPH Mangunan ini sendiri yang digunakan untuk Wana Wisata adalah sekitar 29,4 Ha dari 560 Ha. Pengunaan hutan lindung di Bantul sebagai Wana Wisata merupakan kerja sama antara Perhutani DIY dengan Koperasi Notowono, yang mana dalam kerja sama ini mengunakan sistem bagi hasil dengan 75 % untuK warga dan 25 % untuk pemerintah.
Gapura di Bukit Lintang Sewu
Spot sunset di Bukit Lintang Sewu ini kece habis
Keterlibatan masyarakat sekitar dalam penataan obyek wisata alam di kawasan RPH Mangunan yang lebih tertata rapi dan nyaman untuk pengunjung ini tentunya menjadi nilai plus bagi warga sekitar dan pengunjung hutan wisata Mangunan.Sangat terlihat dengan jelas dari penataan lahan parkir, fasilitas umum seperti warung makan, mushola, toilet, hingga penataan spot foto yang sangat memperhatikan lingkungan, kenyamanan maupun keselamatan pengunjung, serta tanpa merubah fungsi dari hutan lindung ini. Bahkan beberapa wisata seperti di Pinus Sari dan Seribu Batu menghadirkan sebuah panggung seni di dalam hutan yang kedepan akan digunakan untuk pertunjukan sendratari Mataram maupun diperuntukkan untuk sekolah alam yang memperlajari tentang budaya mataram atau kegiatan yang bersifat edukatif, talk show dan lain sebagainya. 


See you... Miss Risna bakal cerita satu-satu kok, yuk vote !
Gimana keren banget kan? cerita ini semua gak mungkin aku dapatkan ketika aku hanya piknik sendirian seperti biasanya karena hanya piknik melepas penat. Hutan pinus yang beberapa tahun lalu aku datangi hanyalah sebuah hutan kini telah berhias menjadi hutan yang selalu ramai didatangi. Meskipun sebagian besar datang karena hutan pinus ini instagramable, photoable, tapi betapa kerennya ketika masyarakat sekitar bia mengemaskan hutan ini menjadi sebua edukasi bahwa hutan tetaplah hutan. Jadi gak salah dong kalau Hutan Pinus Mangunan masuk dalam nominasi "Surga Tersembunyi Terpopuler" .Jika kamu mempunyai kenangan indah yuk ikutan vote Hutan Pinus Mangunan (Wanawisata Budaya Mataram Dlingo - Kab. Bantul) yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia dengan cara SMS Vote: API 1C kirim ke 99386 atau klik bit.ly/votewanawisata

Komentar

  1. jadi lebih tau dua kali lipat tentan mangunan nih. kkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah bukannya kamu ikut yaaaak, jadi cuma sekedar foto ajah kan?

      Hapus
  2. iyak, keformat jugak. lagi berjuang back up inih . hha

    BalasHapus
  3. Haloooo...kpn kita jln bareng lagii

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v

Postingan populer dari blog ini

Sindu Kusuma Edupark Tempat Menikmati Keindahan Jogja dengan Bianglala Raksasa

Bianglala Raksasa "Cakra Manggilingan" daya tarik SKE dari kejauhan Dua Kosong Satu Lima, kalau pakai angka jadi 2015. Ya, pada akhirnya tahun 2014 berakhir dan berganti tahun 2015. Banyak orang-orang bersuka cita tapi ada pula yang bersedih dengan bergantian tahun ini. Selain itu pastinya ada yang menyusun rencana-rencana untuk tahun 2015 atau melanjutkan rencana 2014 yang belum tercapai atau (lagi) menjadi ajang perbaikan diri untuk lebih baik tentunya. Tapi santai saja postingan pertama di tahun 2015 ini miss Risna tak akan bergalau atau berkobar dengan revolusi 2015 atau kegalauan yang sudah teramat basi di 2014 lalu. Kali ini miss Risna akan menceritakan sebuah tempat kece yang baru ajah soft opening di Sleman atau orang suka bilang Jogja. Jogja emang kadang mencakup semua daerah yang ada di DIY ini. Tempat kece ini adalah Sindu Kusuma Edu Park yang berada di Jalan Magelang Km 2, yang tepatnya berada di Sinduadi, Mlati, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. 

Menikmati Desa Wisata Nglinggo Samigaluh bersama WSKP dan FBKP

Kebun Teh Nglinggo Sebenernya untuk wisata ke desa Nglinggo dulu udah pernah dah udah pernah aku posting di blog ini Kebun Teh, Tanah Misi, dan Grojogan Watu Jonggol . Tapi berhubung kemarin ajakan dari Mas Bagus Loka ada sisipan buat mampir ke kebun bungga kristan yang ada di Samigaluh maka aku mengiyakan ajakan Mas Bagus dan acara ini ternyata merupakan agenda dari WSKP (Warga Sentolo Kulon Progo) dan FBKP (Kulon Progo) . Nah ... oleh sebab itu akupun menyoba menawari ke Pondong ( awalnya gak mau tapi jadi mau ), Niinit ( itu loh yang kemarin ke Grojogan Sewu ) terus yang terakhir yang aku ajak adalah Juwan. Sesuai info yang diberikan mas Bagus yaitu berangkat hari Sabtu jam 07.00 WIB kumpul di depan RSUD Nyi Ageng Serang Sentolo, kamipun menyoba untuk tepat waktu tapi karena motor yang aku pakai untuk nganter Ichut sekolah dulu jadi kami berempat di tinggal dulu sama rombongan walaupun ketemu Mas Bagus di SPBU Nanggulan. Kamipun lanjutkan perjalannya daan berhenti lagi di lap...

Petualangan di Gunung Prau Dieng, Bukan Sekedar Mengejar Sunrise

Ahaay akhirnya miss Risna ke dataran tinggi tempat para dewa-dewa yaitu Dieng yang hits banget. Asal kalian tahu saja, planning ini hampir gagal untuk kesekian kalinya tapi akhirnya Simbah ( yang waktu itu jalan-jalan ke Clapar dan Kalibiru itu loh ) dengan mantapnya bilang jadi mau berapapun orangnya. Sempat tarik ulur juga seh,soalnya yang ikut gak ada ceweknya. Because rada susah Babe ane kalau anak yang cantik & ganteng pas takaran ini pergi jauh tanpa sesorang yang benar-benar beliau kenal. Walaupun emang kada miss Risna suka nekat jalan-jalan sendirian ( maafkan anakmu ini Pak!!! ). Ok ... sebelum lanjut cerita pasti pada penasaran kan kali ini aku ditemani lagunya sapa? Nah ... jawabannya adalah #np Padi - Menanti Jawaban, Kasih Tak Sampai, Mahadewi, Sesuatu Yang Indah dan Bondan ft F2B  - Not With Me, Bunga.   Terima kasih Allah, Kau masih mengijinkanku melihat terbitnya matahari Kami berangkat ke Dieng tanggal 1-2 November 2014, ya kami ambil 2 Day 1...